Tim Monev BRMP Kalimantan Barat Menyelenggarakan Sosialisasi Penggunaan Agen Hayati BT-PLUS
Dalam rangka mendorong adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim di sektor pertanian. Tim Monev BRMP kalimantan Barat mengadakan sosialisasi penggunaan agen hayati BT-PLUS, bertempat di Balai Desa Pusaka, Kecamatan Tebas. Kegiatan ini dihadiri oleh 3 Kelompok Tani yang ada di Desa Pusaka, Kepala Desa Pusaka, Koordinator BPP kecamatan Tebas, penyuluh lapangan, serta Site Manajer dan Fasilitator Lapangan ICARE.
Kegiatan diawal dengan kata sambutan dari Kepala Desa Pusaka. Beliau menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Desa Pusaka dalam 10 desa terpilih di Kabupaten Tebas sebagai lokasi pelaksanaan program ICARE. Beliau berharap dengan adanya sosialisasi ini, petani dapat lebih selektif dan bijak dalam memilih metode pengendalian hama yang lebih sehat bagi lahan padi mereka. Kemudian kata sambutan dari Koordinator BPP Kecamatan Tebas yang mengungkapkan bahwa sebelumnya, penggunaan agen hayati sulit berkembang di kalangan petani karena kurangnya edukasi mengenai fungsi dan manfaat jangka panjangnya. Petani cenderung memilih pestisida kimia karena efeknya yang instan, padahal agen hayati menawarkan perlindungan yang lebih berkelanjutan. Kemudian Sambutan dari Bapak Abdullah Umar, S.TP., M.Sc., dalam sambutannya Beliau menyarankan petani untuk aktif tergabung dalam koperasi terdekat.
Acara dilanjut dengan pemaparan materi tentang Agen Hayati BT-PLUS. Para petani dikenalkan mengenai keunggulan agen hayatu BT-PLUS yang terdiri dari bakteri Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens yang terkandung di dalamnya. Teknologi ini bekerja secara sistemik-endofit untuk melumpuhkan hama seperti ulat penggerek batang, ulat grayak, dan wereng, sekaligus berfungsi sebagai pelarut fosfat yang mampu meningkatkan kesuburan tanah.
Harapannya dengan adanya sosialisasi ini petani dapat selektif dalam mengatasi hama di lahan pertanian dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia dan beralih ke agen hayati. Dengan penggunaan agen hayati petani dapat memperbaiki lahan pertanian serta mengurasi risiko kesehatan pada petani.